<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Anton Wira</title>
	<atom:link href="http://antondlg.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antondlg.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 Dec 2007 06:58:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='antondlg.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Anton Wira</title>
		<link>http://antondlg.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://antondlg.wordpress.com/osd.xml" title="Anton Wira" />
	<atom:link rel='hub' href='http://antondlg.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Di Balik Keutamaan Masjid Raya Sabilal Muhtadin</title>
		<link>http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/di-balik-keutamaan-masjid-raya-sabilal-muhtadin/</link>
		<comments>http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/di-balik-keutamaan-masjid-raya-sabilal-muhtadin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 06:58:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antonwiranata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Religi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/di-balik-keutamaan-masjid-raya-sabilal-muhtadin/</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Raya Sabilal Muhtadin kita kenal sebagai Masjid kebanggaan Masyarakat Kalimantan Selatan, karena Masjid ini juga dibangun di daerah kota Banjarmasin dan menjadi Masjid milik pemerintahan. Jadi segala sesuatu yang bersangkutan dengan Masjid Raya ini menjadi hak dan tanggung jawab pemerintah Banjarmasin. Masjid Raya Sabilal Muhtadin  memberikan warna keagamaan yang sangat khas dan kental  di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antondlg.wordpress.com&amp;blog=2294505&amp;post=6&amp;subd=antondlg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Masjid Raya Sabilal Muhtadin kita kenal sebagai Masjid kebanggaan Masyarakat Kalimantan Selatan, karena Masjid ini juga dibangun di daerah </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">kota</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Banjarmasin</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> dan menjadi Masjid milik pemerintahan. Jadi segala sesuatu yang bersangkutan dengan Masjid Raya ini menjadi hak dan tanggung jawab pemerintah </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Banjarmasin</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">. Masjid Raya Sabilal Muhtadin<span>  </span>memberikan warna keagamaan yang sangat khas dan kental<span>  </span>di kalangan masyarakat </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Banjarmasin</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> khususnya di dalam penyiaran Agama Islam. Penyiaran<span>  </span>Agama Islam di sini benar-benar sesuai dan mengikuti ajaran dan sunah-sunah yang pernah dilakukan dan dikerjakan<span>  </span>Rasulullah sebagai perintah dari Allah SWT yang diwahyukan kepad RasulNya. Masjid Raya ini di dalam setiap minggunya itu tidak kosong dari pengajian-penajian agama atau Majelis Ta’lim. Majelis Ta’lim ini disampaikan oleh ulama-ulama besar yang ada di Kalimantan Selatan khususnya, para ulama yang memberikan ceramah di sini memang sangat dipercaya masyarakat untuk memberikan<span>  </span>suatu pengajaran-pengajaran tentang syariat-syariat Islam yang dibawakan oleh Rasulullah. Ulama inipun sudah menguasai ilmu-ilmu pokok atau dasar dalam ajaran Islam seperti Ilmu Tauhid, Ilmu Fiqh, dan Ilmu Tasawuf. Di samping itu mereka juga banyak hafal tentang Hadits-hadits shahih yang disampaikan oleh Rasulullah serta para Sahabat-sahabat beliau dan tentunya juga hafal ayat-ayat suci Al-Quran. Setelah menguasai ilmu-ilmu yang diberiakn oleh guru-guru mereka, sebelum memberikan suatu ceramah para ulama inipun biasanya harus bisa mengerjakan dan mengamalkan apa-apa ilmu <span> </span>yang telah mereka dapat dari gurunya tadi. Setelah ulama ini bisa mengamalkannya dan mnerapkannya di dalam kehidupannya sehari-hari, barulah guru-guru mereka ini memberikan kepercayaan kepadanya untuk meneruskan pengajaran di dalam penyampaian ilmu-ilmu agama Islam kepada masyarakat seraya memberikan Ijazah sebagai tanda wewenang untuk memberikan ceramah dan pengajian agama. Sekarang banyak ulama-ulama yang sesat, di mana mereka dalam menyampaikan ilmu agama itu tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah dan menyimpang dari Islam. Pada akhir zaman banyak ulama-ulama yang hanya pandai berpidato, mereka tidak benar-benar menguasai ilmu-ilmu agama Islam secara benar. Mereka hanya pandai menyampaikan tetapi tidak mengamalkannya dalam kehidupannya dan tidak berguru dengan guru yang benar-benar paham tentang ajaran Islam. Jadi untuk belajar ilmu agama inipun kita harus sangat hati-hati<span>  </span><span> </span>dalam memilih guru, salah-salah kita bisa keliru dalam memilih guru yang memang tidak begitu paham tentang ilmu itu Islam dan akhirnya kita bisa sesat dalam penerapan ilmu tadi “Na’udjubillahiminjalik”. Oleh sebab itulah menurut saya dengan adanya Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini bisa memberikan penceraha dan penerangan tentang ajara-ajaran Islam yang dibawakan oleh Baginda Rasulullah SAW kepada kita, karena ulama-ulama yang menjadi pengelola serta pemberi pengajian tentang Islam di sini benar-benar memahami dan mengamalkannya sesuai dengan ajaran Rasulullah. Salah satu ulama besar yang ada di Kalimantan Selatan yang juga dikenal di mana-mana lewat ketauladanan serta kecakapan beliau di dalam menyampaikan ilmu agama menjadikannya digemari,disenangi dan memiliki karismatik yang tinggi di mata masyarakat. Beliau adalah Pimpinan Pondok Pesantren Al-Mursyidul Amin Gambut Kalimantan Selatan, sekaligus pengelola dan ketua harian Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin yakni K.H. Ahmad Bakeri atau sering disebut “Guru Bakeri”. Beliau murid dari ulama besar yang sudah sangat dikenal dan dibanggakan di mana-mana serta masih diingan jasa-jasa beliau di dalam memberikan ilmu-ilmu agama kepada masyarakat yang beliau sekarang sudah meninggal dunia yaitu Almarhum K.H. Zaini bin Abdul Ghani Martapura atau sering kita kenal “Abah Guru Sekumpul”. Abah Guru Sekumpul seorang ulama yang Arifbillah yang sangat konsisten di dalam penerapan serta pengembangan ilmu yang di ajarkan Rasulullah. Abah Guru pernah berwasiat kepada Guru Bakeri sebagai murid yang dipercaya, Beliau selalu berpesan untuk tetap menjaga, mempertahankan dan menerapkan terus ajaran Ahlusunnah Waljama’ah. Ajaran ini diterapkan sesuai dengan pekerjaan nabi serta sunnah-sunnah yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Oleh sebab itu sebagai penerus dari Guru Sekumpul, Guru Bakeri memang seorang murid yang pandai di dalam menguasai ilmu agama dan senantiasa mengamalkan ilmunya tersebut sehingga beliau sangat di sukai banyak orang karena ketaatannya dalam menyampaiakan ilmu-ilmu agama, beliau benar-benar mendidik masyarakat agar nantinya selamat dan berjalan di jalan lurus yang di ridhoi oleh Allah SWT. Di Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini Guru Bakeri dalam jadwal menyampaikan ceramahnya ada 4 kali dalam seminggu, yaitu : senin malam, rabu malam, jumat malam dan minggu pagi. Di dalam memberkan ceramahnya Guru Bakeri selalu berpedoman kepada kitab,hadist serta dalil-dalil yang membenarkan. Jadi materi yang beliau berikan<span>  </span>itu tidak melenceng kemana-mana sesuai di dalam isi kitab yang dikarang para alim-alim ulama terdahulu, ulama-ualam terdahulu sangat menjunjung tinggi ajaran dan perintah Rasulullah, mereka tidak terbaur dengan ajaran agama islam sekarang yang sudah berbeda-beda dan tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah. Ulama-ulama pernah berkata sekarang ini Islam itu terbagi menjadi 73 aliran yang masing-masing berbeda satu sama lainnya, tetapi para ulama itu menegaskan bahwa ajaran Islam yang benar sesuai dengan ajaran Rasul dan diridhoi oleh Allah SWT dari ke 73 ajaran itu adalah Ahlusunnah Waljama’ah atau sering juga disebut orang-orang Nahdatul Ulama (NU). Maka di dalam kesempatan Majelis Ta’lim Di Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini Guru Bakeri selalu mempertahankan dan menerapkan ajaran Islam Ahlusunnah Waljama’ah sebagai pesan dari Abah Guru Sekumpul dan ulama-ulama dahulu yang memang mengikuti perintah serta sunnah Rasulullah. Kita telah menyadari adanya perbedaan itu, lebih khusus di </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">kota</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">Banjarmasin</span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"> ini antara lain : Islam Muhammadiyah dan Islam Jama’ah Islamiah. Memang di dalam Islam ini tujuannya sama-sama mengharapkan ridhonya Allah SWT, tetapi para ulama mengatakan bahwa ajaran dan pekerjaan mereka tentang Islam sedikit menyimpang atau salah dalam penerapannya yang tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah, sehingga dapat membawa umatnya kejurang kesesatan (neraka). Mereka salah di dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT, baik itu shalat, puasa dan ibadah-ibadah lainnya yang tidak sesuai dan sedikit tidak sejalan dengan Rasulullah. Kita ambil contoh nyata saja yang terjadi setiap tahunnya di negeri ini yaitu dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), biasanya Islam Muhammadiyah itu lebih dulu melaksanakannya daripada ketentuan dari pemerintah MUI Indonesia (NU). Padahal keputusan dan ketapan dari MUI itu diambil<span>  </span>berdasarkan<span>  </span>sesuai dengan musyawarah<span>  </span>para alim-alim ulama yang memang mengetahui ilmu tentang penetapap hari atau penghisapan bulan yang tepat. Dari sini kita bisa menyadari bahwa telah terjadinya disintegrasi antar Islam, sungguh berbeda dengan zaman Rasulullah dulu yang beliau bisa merekrut umat seluruh jazirah Arab untuk berbai’at dan bersatu dalam satu kesatuan Islam yang kuat. Allah berfirman dalam Al-Quran yang artinya “Telah tejadi kerusakan dan perpecahan di akibatkan olah dan kerja dari umat manusia itu sendiri”. Seharusnya kita dapat menyadari semua itu dan waspada dengan ajaran Islam yang sesat dan itu nantinya bisa membawa kita kejalan yang salah dari ketentuan Allah SWT dan RasulNya. Oleh sebab itulah peran dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini sangat di butuhkan dan dipertahankan eksistensinya di masa sekarang ini untuk tempat penyampaian hukum-hukum Islam yang benar dan sesuai dengan ketentuanNya. Lewat para guru-guru alim ulama yang benar-benar mengetahui dan mengamalkan<span>  </span>tentang ilmu-ilmu yang telah beliau dapatkan dari guru-guru<span>  </span>mereka. Beliau mendapatkan kepercayaan dan diberikan ijazah oleh gurunya untuk menyampaikannya kembali kepada masyarakat<span>  </span>ilmu-ilmu agama yang didapatnya dengan semata-mata mengharapkan Ridho dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada umatnya. Maka itulah Guru Bakeri selaku ketua harian dan pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin memberikan pengajian Agama sesuai dengan ketentuan Islam dari Rasulullah yakni Ahlusunnah Waljama’ah yang sesuai dengan Al-Quran, Al-Hadits dan Ijma para alim ulama. Beliau sangat mempertahankannya dari penetrasi aliran serta ajaran Islam yang<span>  </span>salah dan tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Selain Guru Bakeri ada juga Guru-guru lain yang memberikan pengajian agama Islam yang sejalur dengan beliau di antaranya : K.H. Asmuni (Guru Danau), Guru Juhdi dan para Haba,ib-haba’ib penerus Rasulullah. Sebelum melakukan pengajian Agama biasanya di Masjid melakukan pembacaan Ayat suci Al-Quran, maulid Al-Habsyi,<span>  </span>dan dalail</span><span style="font-size:14pt;font-family:'Times New Roman';"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">seraya memohon<span>  </span>Ridho dan mengambil berkat dari Nabi Muhammad SAW agar ilmu yang di dapat bisa di amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antondlg.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antondlg.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antondlg.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antondlg.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antondlg.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antondlg.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antondlg.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antondlg.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antondlg.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antondlg.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antondlg.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antondlg.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antondlg.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antondlg.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antondlg.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antondlg.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antondlg.wordpress.com&amp;blog=2294505&amp;post=6&amp;subd=antondlg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/di-balik-keutamaan-masjid-raya-sabilal-muhtadin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ba557d0f3e6dc8a6195f700c66e688a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">antonwiranata</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anyaman Purun</title>
		<link>http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/anyaman-purun/</link>
		<comments>http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/anyaman-purun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 06:28:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antonwiranata</dc:creator>
				<category><![CDATA[local genius]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/anyaman-purun/</guid>
		<description><![CDATA[                                                                                                        Tak biasa dipisahkan dari warisan dan peninggalan orang-orang terdahulu yang turun temurun, asal mula tradisi menganyam purun ini pun merupakan suatu kebudayaan dan kesenian yang dari dahulu sudah ada. Di mana kesenian ini bias kita temui  di daerah Margasari Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin. Di mana orang-orang terdahulu sangat terampil dan pandai dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antondlg.wordpress.com&amp;blog=2294505&amp;post=3&amp;subd=antondlg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><font face="Times New Roman"><span>                                                                                                        </span></font></strong></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tak biasa dipisahkan dari warisan dan peninggalan orang-orang terdahulu yang turun temurun, asal mula tradisi menganyam purun ini pun merupakan suatu kebudayaan dan kesenian yang dari dahulu sudah ada. Di mana kesenian ini bias kita temui<span>  </span>di daerah Margasari Kecamatan Candi Laras Selatan Kabupaten Tapin. Di mana orang-orang terdahulu sangat terampil dan pandai dalam kesenian menganyam, sehingga sampai sekarang pun kegiatan ini masih kental. Karena juga tanaman purun ini masih ada dan tumbuh, oleh sebab itulah tradisi ini tetap dilestarikan.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Perlu kita ketahui pila mengenai di mana tempat tumbuhnya atau habitat tanaman purun tersebut. Untuk hal ini busa dikatakan cukup unik, mengapa…? Karena tanaman ini tumbuh di rawa dan pinggir sungai yang terdapat di Margasari. Tanaman ini tidak dirawat dan dikembangkan secara sengaja. Tetapi, ia tumbuh dengan sendirinya bahkan terus-meneru. Sehingga masyarak di sana tidak susah untuk mendapatkannya. </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Nah untuk sebelum menjadi sebuah anyaman dan cara membuatnya ada beberapa tahap,yaitu : Mengambil tanaman purun tersebut di rawa atau pinggir sungai di mana tempat ia tumbuh, mengeringkan tanaman purun dengan cara menjemurnya, menempa tanaman purun dengan alat supaya tampak lebih halus, dan yang terakhir menyiapkan zat pewarna untuk mewarnai purun supaya tampak bagus, keringkan setelah barulah melakukan penganyaman dengan dibantu beberapa alat, antara lain : jarum dan tali pengikat. Dari itu semua nantinya akan menghasilkan anyaman yang berbentuk, seperti : topi purun, tikar purun, kipas purun, dan anyaman lainnya.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tujuan dan manfaat menganyaman purun ini bagi masyarakat Margasari yaitu sebagai bahan penghasilan mereka, karena anyaman purun ini bisa dijual bahkan pemasarannya pun sudah sampai keluar daerah-daerah. Walaupun kesenian ini sifatnya hanya kedaerahan, tetapi masyarakat di sana cukup bangga atas adanya suatu peninggalan dari orang-orang dulu sebelum mereka. Sehingga sampai sekarang ini Margasari dijuluki sebagai daerah yang mempunyai kesenian anyam-anyaman. Menurut saya nih ya…! Dari semua ini kita toh tidak bisa lepas dari konsep A-B-C iya nggak…? Nah apa itu…Jadi yang di maksud A adalah Abiotik, dimana purun yang sudah diproses dengan baik bisa diolah menjadi suatu seni dan pada hakekatnya itu merupakan benda mati. Kalo B itu adalah Biotik, kita taukan untuk membuat suatu seni itu pasti ada yang mengolah seni yaitu manusia yang Genius. Sedangkan C adalah Cultur atau kebudayaan, dari adanya suatu kebudayaan serta kebiasaan para orang-orang terdahulu inilah kita akan mendapatkan suatu warisan yakni kesenian menganyam <span> </span>tersebut.</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><strong><font face="Times New Roman">KOPIAH JANGANG SUATU KESENIAN YANG POPULER DAN UNIK DI MARGASARI </font></strong><font face="Times New Roman"> </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Berbicara mengenai kopiah jangang dari sini pasti kita akan bertanya-tanya, ko jadi diberi nama kopiah jangang sih, kenapa nggak kopiah haji, peci, penutup kepala atau nama-nama lain yang lazimnya sering disebut orang-orang kebanyakannya, Why ? Nah oleh sebab itulah disini saya akan mendiskripsikannya melalui tulisan ini mengenai kopiah jangang tersebut. Pertama-tama saya akan tuliskan dulu mengenai di mana kesenian itu berasal dan bagaimana cara pembuatannya. Kesenian menganyam kopiah jangang ini berasal dari yang sering juga disebut orang daerah pengrajin anyam-anyaman, di mana orang-orang di sana mulai dari datu-datu mereka terdahulu sudah mulai mengenal kesenian menganyam sebagai suatu warisan, sehingga sampai sekarangpun masih kental berkembang di daerah ini<span>  </span>secara turun-temurun. Kesenian ini bisa kita temui di daerah Margasari Kecamatan Candi Laras Selatan Di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan, yaaah kurang lebih 30 kilomiterlah dari tempat tinggal saya Di Rantau. Wah Jadi Narsis nih ya sayanya,hehehe…Masyarakat di sana mayoritasnya bekerja sebagai petani dan ada juga sih sebagiannya bekerja sebagai PNS, tapi itupun kebanyakannya orang-orang pendatang yang kebetulan ditugaskan di sana. Di samping itu dalam mengisi waktu luang ketika tidak musim tani masyarakatnya bisa melakukan pekerjaan anyam-menganyam ini sebagai kerja sampingan mereka, yang memang pekerjaan menganyam itu sebagai kesenian dan kerajinan, justru merupakan suatu kebiasaan, kebisaan, keterampilan serta keahlian orang-orang Margasari tentunya. Di antaranya hasil dari kesenian mereka ini adalah anyaman purun, anyaman paikat dan yang paling popular, paling di kenal di mana-mana saat ini serta merupakan topik yang ingin saya tuliskan yaitu<span>  </span>“Kopiah Jangang”.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tahap selanjutnya, bagaimana cara dan proses pembuatan kopiah jangan ini? Untuk cara pembuatanya sendiri sangatlah simple bagi orang-orang Margasari yang memang mahir dan terampil dalam masalah anyam-menganyam, tapi kalau bagi kita yang awam ini dan sungguh nggak ngerti dalam menganyam mungkin bisa memerlukan waktu beberapa hari yaaaaa!!! Tapi sebelum melakukan proses penganyaman, tentunya terlebih dahulu harus mencari bahannya yaitu tumbuhan jangang. Tumbuhan jangang sendiri memang ada<span>  </span>khusus ditanam di daerah Margasari, sehingga para pengrajinnyapun tidaklah begitu susah untuk mendapatkan bahannya. Tumbuhan jangang ini berbentuk kelopak buah yang besar, dari dalam kelopak buah itu akan di ambil bahannya yaitu berupa serat-serat halus seperti benang. Kemudian serat-serat tersebut dibersihkan dengan air dan dari serat tadi dipisahkan, diuraikan satu-persatu sehingga nantinya akan membentuk suatu benang yang memanjang dari bahan jangang tadi. Setelah sudah terurai membentuk benang lalu serat tersebut dijemur untuk pengeringan bahan. Ketika bahannya sudah kering barulah para pengrajin bisa melakukan proses penganyamnya menjadi sebuah kopiah dengan berbagai bentuk serta motif-motif<span>  </span>yang sangat indah dan variatif tentunya. Itu tadi sedikit gambaran mengenai bagaiamana cara dan proses penganyaman kopiah yang bahannya ini berasal dari tumbuhan jangang, maka dari itulah kenapa jadi diberi nama “Kopiah Jangang”, karena kopiah tersebut terbuat dari bahan jangang yang dianyam, cukup unikkan kedengarannya.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">By the way kenapa kopiah jangang ini jadi dikatakan popular dan unik? Kalau kita bandingkan tentunya berbeda dengan kesenian di daerah Jawa, misalnya saya sebutkan saja salah satunya “Belangkon”. Semua orang di seluruh Indonesia juga tau apa itu yang namanya belangkon, terkecuali orang-orang bukit atau orang pedalaman dan sering juga kita sebut suku-suku Dayak yang tidak mengetahuinya. Jangankan mendapatkan informasi atau pengetahuan dari luar, di mana untuk berjumpa hal layak ramai saja mereka memerlukan waktu yang lama dalam perjalanannya. Bagaimana mereka bisa tau tentang belangkon, iya nggak? Eh kecuali Anda sendiri nie yang mau pergi kesana untuk mengenalkannya, hehe ( just kidding ). Nah dari sini saya menyimpulkan bahwa artinya belangkon tersebut hanya bisa disalurkan dan dijual di wilayah Indonesia saja dalam pemasarannya, sedangkan bahannyapun tidak alami langsung dari alam. Disini sungguh sangat berbeda dengan anyaman kopiah jangang khas kesenian daerah kita ini, selain bahannya alami langsung dari alam yaitu tumbuh-tumbuhan jangang. Di samping itu saya pernah wawancara dengan orang Margasari yang katanya kesenian anyaman kopiah jangang ini telah sampai ke luar negeri yakni ke negeri Arab. Berarti kesenian anyaman kita ini tidak hanya di kenal di Indonesia, tetapi penyaluran dan pemasarannyapun sekarang sudah sampai ke Luar negeri. Maka oleh karena itulah kesenian anyaman kopiah jangang ini dikatakan popular dan unik. Harusnya dengan ini kita bisa merasa bangga, bahwa kesenian kita bisa dikenal di negeri orang dan akan selalu mencintai budaya daerah sendiri serta menjadikannya sebagai kesenian Lokal Genius yang ada di daerah kita tercinta ini. Nah bagi Anda nie yang memang tertarik dan penasaran mengenai kesenian anyaman kopiah jangang ini serta anyam-anyaman unik yang lainnya atau ingin memilikinya, silahkan saja Anda bisa mampir serta membelinya di daerah Margasari.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Anton Wiranata</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Mahasiswa FKIP UNLAM</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Prodi Sejarah asal Rantau</font></p>
<p><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><font face="Times New Roman"> </font><strong><font face="Times New Roman">TRADISI BAAYUN ANAK DI MASJID KERAMAT BANUA HALAT</font></strong><strong><font face="Times New Roman"> </font></strong></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kalau kita sedikit menerawang untuk memikirkan dan memahami mengenai baayun anak ini, dapatlah kita berfikir secara logika bahwa hal tersebut adalah biasa saja. Sejenak orang berpandangan dan bisa menyimpulkan baayun anak merupakan suatu kebiasaan yang sudah lumrah di lingkungan masyarakat kita ini dalam mengasuh anaknya. Ketika anak sedang kecapean atau menangis, ibupun akan melakukan yang dalam bahasa Banjarnya “membisai” agar si anak<span>  </span>bisa tenang, lalu langsung pergi keayunan untuk menidurkan anaknya tadi. Mungkin itulah sekilas gambaran yang bisa kita ketahui tentang baayun anak. Tapi disini bukan hanya sekedar baayun anak biasa, hal tersebut sangatlah berbeda dengan pernyataan di atas. Tradisi disini dilakukan secara khusus dan mempunyai arti tersendiri. Maka untuk itu, marilah kita telusuri dan ungkap bersama apa makna serta maksud Tradisi Baayun Anak Di Masjid Keramat tersebut ? </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Tradisi baayun anak itu sendiri merupakan suatu kebudayaan serta kebiasaan agamis yang sudah sangat kental dan sakral dilakukan. Mereka yang selalu mengadakan tradisi ini adalah masyarakat yang tinggal di daerah Banua Halat Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Di samping di pandang sebagai tradisi kebudayaan, masyarakat di sana juga menganggapnya suatu acara keagamaan yang bertujuan untuk lebih dapat memupuk rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Acara baayun anak ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali yaitu bertepatan dengan bulan lahirnya junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW (12 Rabiul Awal). Ketika datangnya yang sering juga disebut orang bulan Mulud, setiap muslim di berbagai penjuru dunia merayakannya. Terlebih khusus di kota Rantau, di mana warga-warga di setiap kampung sangat antusias untuk merayakannya. Sebab tidak ada tujuan lain bagi mereka semata-mata membesarkan dan memuliakan bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW. Secara bergantian di setiap kampung-kampung merayakannya dengan biasa membacakan di antaranya : Maulid Al-Habsy, Maulid Al-Barjanji, Maulid Saraful Anam, Maulid At-Tiba’i dan maulid yang lainnya. Di dalam setiap Maulid isinya tidaklah jauh berbeda satu sama lain yakni menceritakan riwayat hidup Nabi Muhammad serta kebesaran dan kemuliaan di sepanjang kehidupan Beliau.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Berkenaan dengan tradisi baayun anak ini bisalah dikatakan cukup menarik untuk ditonton, karena sangat jarang dilakukan orang di Indonesia bahkan juga di dunia. Rasanya cukup mengejutkan bukan? Kenapa hal tersebut dikatakan jarang dilakukan, karena peserta dari tradisi ini bukan hanya diikuti oleh anak-anak<span>  </span>saja, tetapi juga orang-orang dewasa bahkan sampai kakek-kakek dan nenek-nenek . Dari sini pasti membuat Anda merasa bingungkan dan berkata : “ko kakek dan nenek yang sudah lanjut usia masih baayun, seharusnyakan hanya anak-anak saja”. Nah itulah unik dan menariknya tradisi baayun anak di Masjid Keramat ini. </font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Kakek dan nenek ikut acara baayun di sini, karena mereka sebelumnya mempunyai hajat dan bernajar kepada Allah SWT, misalnya saja : “Apabila Allah menyembuhkan sakit ini, saya akan bernajar ikut acara baayun anak di Masjid Keramat”. Apabila sakit yang dideritanya itu sembuh, maka dalam hukum Islam hal tersebut jadi wajib dan apabila tidak dikerjakan akan berdosa.<span>  </span>Oleh sebab itulah kakek dan nenek tadi mengikuti tradisi tersebut. <span> </span><span>  </span><span> </span></font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Sebelum kegiatan baayun dilakukan, para tokoh agama dan para alim ulama berhadir berkumpul di Masjid<span>  </span>untuk membacakan Maulid Al-Habsy. Kemudian setelah Asyrakal barulah setiap anak-anak, kakek dan nenek yang bernajar tadi dibuat keayunan untuk diayun sebentar. Hal tersebut yang menurut kepercayaan orang Rantau sering dikatakan “Mengambil Berkat”. Berkat bertepatannya dengan hari lahirnya Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal), diharapkan<span>  </span>anak-anak yang diayun tadi kelak setelah dia besar nantinya menuruti dan meniru jejak kehidupan Rasulullah. Setelah selesai acara baayun anak, biasanya dilanjutkan ceramah agama sekitar kelahiran dan perjalanan hidup Rasulullah selama kehidupan beliau seraya mengambil ’itibar. Ceramah ini biasanya disampaikan oleh ulama-ulama besar yang ada di Rantau juga dihadiri oleh Bupati Tapin dan unsur muspida lainnya yang berhadir untuk memeriahkan acara tradisi baayun anak yang dilaksanakan di Masjid Keramat Banua Halat tersebut.</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Anton Wiranata</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Mahasiswa FKIP UNLAM</font></p>
<p style="text-indent:0.25in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Pendidikan Sejarah Alumni SMAN 1 Rantau</font></p>
<p><span><font face="Times New Roman">   </font></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antondlg.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antondlg.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antondlg.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antondlg.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antondlg.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antondlg.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antondlg.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antondlg.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antondlg.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antondlg.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antondlg.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antondlg.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antondlg.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antondlg.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antondlg.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antondlg.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antondlg.wordpress.com&amp;blog=2294505&amp;post=3&amp;subd=antondlg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/anyaman-purun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ba557d0f3e6dc8a6195f700c66e688a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">antonwiranata</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/hello-world/</link>
		<comments>http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Dec 2007 06:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>antonwiranata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antondlg.wordpress.com&amp;blog=2294505&amp;post=1&amp;subd=antondlg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/antondlg.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/antondlg.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/antondlg.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/antondlg.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/antondlg.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/antondlg.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/antondlg.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/antondlg.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/antondlg.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/antondlg.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/antondlg.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/antondlg.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/antondlg.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/antondlg.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/antondlg.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/antondlg.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=antondlg.wordpress.com&amp;blog=2294505&amp;post=1&amp;subd=antondlg&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antondlg.wordpress.com/2007/12/10/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7ba557d0f3e6dc8a6195f700c66e688a?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">antonwiranata</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
